Turbin Sungai Mississipi untuk 1,5 juta rumah (Mississipi River hydro power for 1.5 million homes)

12 04 2008

Sejumlah 160 ribu turbin air akan dipasang di Sungai Mississippi untuk menghasilkan listrik hingga 1600 MW listrik, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik 1,5 juta rumah. Perusahaan Free Flow Power mengatakan bahwa pemasangan turbin di dasar sungai tidak akan mengganggu lalu-lintas kapal. Mereka juga yakin proyek tersebut tidak akan mengganggu ekosistem setempat.

Berbeda dengan bendungan Three Gorges di Cina yang menimbulkan dampak lingkungan besar, teknologi milik Free Flow Power menggunakan generator listrik magnet permanent yang dapat dipasang dalam kelompok kecil di bawah air, menangkap energi kinetic arus air, sehingga pembangunan dam tidak diperlukan. Generator milik mereka, yang terdiri dari enam turbin setiap set, bisa ditambatkan di bawah air dengan cara dipancangkan ke dasar sungai atau ditempelkan ke tiang jembatan.

Foto: Free Flow Power

Foto: Plenty Magazine

Free Flow Power telah mendapat izin dari Federal Energy Regulatory Commission telah melakukan studi di 59 lokasi. Pada setiap lokasi akan dipasang ratusan hingga ribuan turbin dalam jarak beberapa kilometre. Biaya diperkirakan $3 Miliar (Rp 27,6 Triliun).

Perusahaan diberi waktu 3 tahun untuk melakukan kajian teknis dan lingkungan di 59 lokasi. Jika hasilnya baik, pengerjaan dimulai 2012. Walaupun teknologi mereka tidak semurah teknologi hidro konvensional, perusahaan meyakinkan pemerintah setempat bahwa harga listrik yang mereka produksi cukup kompetitif.

Source: Plenty Magazine

Untuk memberi komentar atas informasi ini, silahkan klik di samping Comments di bawah.

Advertisements




Turbin angin maglev, sebuah revolusi (?)

5 12 2007

059.jpgZhongke Hengyuan Energy Technology CO. Ltd yang berpusat di Guangzhou, menginvestasikan dana sebesar 400 juta yuan untuk pembangunan pondasi tersebut. Perusahaan tersebut berharap memperoleh pendapatan sebesar 1,6 milyar yuan pertahunnya dari pembangkit listrik tersebut.

Pondasi yang ada akan digunakan untuk beberapa pembangkit listrik tenaga angin berteknologi maglev yang masing-masingnya mempunyai kapasitas daya mulai dari 400 watt hingga 5.000 watt di semester pertama tahun 2008.

Generator maglev yang dikembangkan Guangzhou Energy Research Institue, di bawah naungan Chinese Academy of Science, bersama dengan Zhongke Hengyuan Energy Technology CO. Ltd diperkirakan mampu menangkap energi angin di daerah dengan kecepatan angin yang rendah. Teknologi magnetic levitation yang digunakan menjadikan generator tersebut bisa berputar tanpa mengalami gesekan yang akan menghambat putaran awal, sehingga kecepatan angin 1,5 meter per detik pun telah bisa menggerakkannya.

060.jpg

Turbin angin konvensional membutuhkan angin dengan kecepatan yang tinggi agar bisa mulai berputar. Kecepatan angin dibutuhkan untuk mengimbangi terjadinya gesekan yang diakibatkan oleh bearing-bearingnya, papar Li Guokun, chief scientific teknologi tersebut.

Generator maglev bisa mengurangi biaya operasional pembangkit listrik tenaga angin hingga setengahnya. sehingga biaya keseluruhannya masih di bawah US$ 0.05 per kWh, tambah Li.

Generator tersebut bisa digunakan di pulau-pulau, stasiun TV dan menghasilkan listrik bagi penerangan jalan dengan memanfaatkan aliran udara yang ditimbulkan oleh kendaraan yang lewat.

Sumber: Energy Portal

My notes:

Menurut situs Engadget, turbin angin Maglev memiliki effisiensi seribu kali lebih baik dibandingkan turbin angina konvesnional. Jika memang benar, maka turbin angina Maglev adalah solusi baru masalah energi dunia.

Jika hitungan diatas kertas dapat diwujudkan, sehingga 1 turbin angin Maglev dapat memberikan listrik bagi 750 ribu rumah, berarti Kota Pekanbaru yang berpenduduk 700 ribu jiwa hanya memerlukan 1 turbin angin Maglev.

Selamat datang revolusi, selamat tinggal nuklir dan bahan bakar fosil.