Mengatasi masalah energi surya dengan garam mendidih (Solving solar energy problem with molten salt)

15 01 2008

Energi surya adalah sumber energi terbarukan yang sedang dan (kemungkinan) akan berkembang paling cepat. Tapi, teknologi energi surya memiliki kelemahan laten, karena tidak bisa membangkitkan listrik di malam hari atau saat sinar matahari tertutup awan. Lalu bagaimana solusinya?

Sebuah konsorsium bernama SolarReserve menawarkan satu solusi menjanjikan, baik dari segi kehandalan sistem, ekonomi, maupun keamanan lingkungan. Jawabannya ada pada garam.

SolarReserve menggunakan teknologi yang dapat menyimpan energi panas cahaya matahari di dalam larutan garam mendidih. Proyek pertama SolarReserve akan menghasilkan listrik 500 MW (dapat menyediakan listrik sekitar 400 ribu rumah), setara dengan kapasitas pembangkit listrik berbahan bakar batubara, tapi tidak menghasilkan gas rumah kaca.

Berbeda dengan pembangkit listrik tenaga surya lain, teknologi milik SolarReserve dapat menghasilkan listrik saat langit mendung, bahkan malam hari. Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, SolarReserve merencanakan membangun 10 pembangkit listrik jenis ini.

Pembangkit listrik yang menggabungkan energi surya dan larutan garam ini memiliki prinsip kerja hampir serupa dengan pembangkit listrik tenaga surya di Seville. Di Seville terdapat ratusan cermin yang memantulkan sinar matahari ke sebuah tower. Pada tower ini diletakkan tanki besar berisi air. Energi matahari akan memanaskan air di dalam tanki, lalu menghasilkan uap panas, yang kemudian disalurkan ke turbin-turbin untuk menghasilkan listrik.

114.jpg
Pembangkit listrik tenaga surya (thermal) 11 MW di Seville, Spanyol (Foto: www.ens-newswire.com)

Pada teknologi milik SolarReserve, mereka tidak menggunakan ‘air biasa’ di dalam tanki, tapi air garam. Ratusan cermin memantulkan cahaya matahari ke tanki, memanaskan air garam hingga 1,000 derajat Fahrenheit (538 derajat Celsius). Air garam mendidih (yang membawa uap panas) lalu dipompa ke generator untuk memutar turbin uap dan menghasilkan listrik.

115.jpg
Diagram pembangkit listrik tenaga surya-garam mendidih

Hingga di sini, prinsip kerja pembangkit milik SolarReserve masih sama dengan pembangkit di Seville. Lalu apa yang membedakan? Pembangkit di Seville tidak dapat beroperasi di malam hari atau saat cuaca mendung, sedangkan milik SolarReserve dapat bekerja 24 jam sehari. Inilah keunggulan utama teknologi baru ini.

Rahasianya adalah karena SolarReserve menggunakan garam, campuran sodium dan potassium nitrate. Larutan tersebut memiliki kemampuan menyimpan panas. Riset yang dilakukan The National Solar Thermal Test Facility menyimpulkan bahwa garam mendidih adalah larutan yang paling baik digunakan menyalurkan energi panas. Selanjutnya lembaga tersebut mengatakan bahwa panas yang tersimpang masih cukup untuk memutar turbin uap tekanan tinggi, walaupun saat tidak ada sinar matahari.

Keuntungan lain dari teknologi ini adalah karena tidak melibatkan bahan-bahan yang dapat terbakar, tidak beracun, dan yang paling penting tidak menghasilkan karbon dioksida.

Kisah ini bersumber dari theworldofrenewables

Untuk memberi komentar atas info ini, silahkan klik di samping Comment di bawah ini.


Actions

Information

6 responses

15 01 2008
Iswadi HR

Kapan yach diterapkan di indoensia???

27 11 2008
FaHmI

Bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat alat seperti itu?

27 11 2008
FaHmI

Tolong bahan-bahan yang dibutuhkan diberitahukan kepada saya karena saya dan teman saya ingin mencoba membuatnya.

27 11 2008
Kunaifi

Pak Fahmi
Pada skema di atas terdapat komponen-komponen yang diperlukan. Di samping itu tentu juga mesti ada sistem kontrolnya (jika digunakan untuk komersial).
Jika memang ingin menerapkan, saya rasa perlu dilakukan riset dulu, apakah sesui dengan iklim Indonesia?
Selamat mencoba

2 04 2009
FX999DX

Ohhh.. model prism tower.. mirip proyek wajan dengan tenaga surya. Cuman dengan melakukan pemfokusan energi panas ke satu tempat. Gimana kalau setiap gedung di suatu kota besar dipasang cermin untuk melakukan pemfokusan dan gedung tertinggi digunakan untuk sentral prism. Menurut saya model seperti ini diperlukan cakupan wilayah yang cukup luas untuk dapat mengumpulkan energi panas

2 11 2012
donysambodo

kemarin sy uji coba dg kacamata bekas, prinsipnya memfokuskan cahaya dg lensa(cekun/cembung) kemudian diterima oleh logam(misal tembaga) kemudian diteruskan utk memanaskan air. dari uap air yg ada digunakan utk memutar turbin.

terimakasih bt kang kunaifi, bagus blognya. lanjutkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: