Harga keselamatan.

17 12 2007

095.jpgDi depan rumah saya di Kuantan Singingi ada bekas gorong-gorong yang sudah ditimbun dan diaspal. Mungkin karena penimbunan kurang padat, aspal di atas bekas gorong-gorong tidak pernah bertahan lama. Dalam hitungan bulan setelah diaspal, di sana muncul lobang menganga. Semakin besar dan dalam, sebab kendaraan tak henti lewat di sana.

Kami melakukan berbagai hal untuk menutup lobang itu, sesuai kemampuan yang masyarakat miliki. Ada yang menimbun dengan pasir, kerikil, dan batu. Bahkan, ada juga yang mencoba dengan tanah. Tidak lupa, masyarakat melalui kepala Dusun melaporkan hal tersebut ke salah satu warga yang pegawai PU (kini berganti nama menjadi Kimpraswil), walaupun semua orang tahu bahwa sesungguhnya pegawai PU itu sudah tahu akan keberadaan lobang itu. Setiap hari dia lewat di sana.

Seingat saya, beberapa kali truk milik PU mampir di sana. Tapi apa yang mereka lakukan? Tak bisa dipercaya. Mereka menyiramkan tanah di sana, sebuah solusi percuma sekaligus mengherankan dilakukan lembaga pemerintah yang memiliki ahli bangun-membangun. Mereka pasti paham, bahwa tanah bukan solusi. Sebab dikenai hujan sekali saja, lobang itu kembali akan menganga lebat. Kepala Dusun sempat juga “protes” pada sang pegawai PU. Jawabannya sungguh-sungguh sudah diduga; tidak ada anggaran, dan masyarakat harus punya inisiatif-jangan mengharap pemerintah melulu. Lho, lalu apa arti inisiatif masyarakat selama ini. Terus, kalau begitu apa dong fungsi pemerintah??

Beberapa minggu sebelum saya meninggalkan kampung untuk mengadu nasib ke daerah lain, lobang itu akhirnya memakan korban. Pada suatu malam, seorang pengendara sepeda motor yang melaju kencang terperosok. Melihat nomor polisi kendaraan dan bawaannya, sepertinya dia tidak biasa lewat di sana. Dia tidak menguasai medan. Padahal di sana sudah ditanamkan kayu sebagai pertanda.

Setahun kemudian saya pulang kampung untuk lebaran. Lobang maut itu masih di sana. Salah satu keluarga saya bercerita bahwa korbannya sudah banyak; 5 orang. Dua tewas dan 3 masuk rumah sakit. Semuanya pengendara sepeda motor. PU beberapa kali menimbun, dengan tanah dan kerikil. Tapi selalu terlambat. Maksudnya, PU baru datang setelah ada korban. Setelah ditimbun dibiarkan lagi, lobang muncul lagi, dibiarkan, jatuh korban lagi, baru ditimbun lagi. Terjadi berulang-ulang sampai jumlah korbannya 5.

Saya terakhir pulang kampung Juni 2007. Saat itu lobang maut sudah diaspal bagus. Saya senang. Tapi agak khawatir sebab sudah terlihat keriput dan membentuk gundukan kecil, pertanda lobang segera menganga. Moga-moga tidak ada korban lagi.

Mari simak kisah dari Australia berikut, tepatnya dari kota Perth. Kisah ini saya baca di koran online lima bulan kemudian. Seorang wanita terperangkap di dalam mobilnya pada suatu pagi setelah mobil yang dikendarainya menabrak pohon. Beruntung wanita ini masih hidup. Bagaimana reaksi pemerintah alias pihak berwenang? Apakah mereka diam saja? Apakah mereka bilang tidak ada anggaran untuk membantu? Apakah mereka bilang masyarakat saja yang membantu? Tidak.

Tim penyelamat datang beberapa menit setelah kejadian. Mereka mendatangkan alat berat. Juga membawa sejenis pompa khusus yang akan digunakan untuk menguakkan bagian-bagian mobil yang ringsek dan menjepit wanita malang itu. Rupanya itu pun belum cukup. Tidak tanggung-tanggung, mereka bahkan mendatangkan helikopter untuk melarikan korban segera ke rumah sakit. Saya kira hanya terjadi di film-film. Rupanya juga di kehidupan nyata. Berita langkapnya dapat dibaca di http://www.thewest.com.au/default.aspx?MenuID=145&ContentID=51197.

Begitu berbedanya orang melihat dan memberi harga pada “keselamatan.”


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: